Kamis, 03 Juli 2014

Teknologi Pintar di Mobil, Bikin Nyaman atau Justru Tak Aman?

Baik Google Auto maupun Apple CarPlay dibuat untuk memudahkan pengemudi saat ingin mengakses berbagai fitur di kendaraannya. Namun bukannya tanpa tantangan, sejumlah pengamat disebut masih meragukan implementasi teknologi pintar ini.

Ditakutkan karena pengemudi dapat terpecah konsentrasinya saat menggunakan fitur pintar yang ada. Memang pengguna dapat dengan mudah mengaksesnya lewat perintah suara, namun pengenalan natural language yang dianggap belum optimal justru bisa menjadi bumerang.

Karena saat sistem tak mengenali perintah suara pengguna, tentunya pengguna dipaksa mengakses fitur lewat sentuhan di layar yang tersedia di dashboard.

Inilah yang diyakini dapat membahayakan pengemudi karena mengakses lewat layar sentuh butuh konsentrasi ekstra sehingga dapat mengganggu fokus ke jalan.

"(Dengan hadirnya teknologi pintar) Produsen mobil dipaksa semakin memperketat aturan keselamatannya masing-masing," ujar Steve Siko pengamat dari Chrysler, seperti dilansir Huffington Post, Kamis (3/7/2014).

Mengakses fitur secara fisik lewat knob ataupun tombol memang masih dipercaya lebih aman, tapi kelebihan yang ditawarkan oleh Google Auto maupun Apple CarPlay juga tak dapat dikesampingkan. Dengan platform pintar tersebut, tak perlu banyak konsol yang dibutuhkan untuk mengakses berbagai fitur.

Sebuah layar sudah cukup mewakili semuanya. Pengguna dapat mengatur suhu ruangan, menyetel radio, memutar musik dan video, mengakses GPS, bahkan bertelepon ria lewat layar tersebut.

Ditambah lagi pada layar tersebut pengguna juga dapat mengetahui secara real-time kondisi mobil itu sendiri seperti suhu mesin, kecepatan dan indikator-indikator lainnya.


Kapan Mobil Pintar Mulai Mengaspal?


Google Auto dan Apple CarPlay sepertinya tak akan lama lagi mengaspal di jalanan. Sejumlah produsen mobil mengatakan akan segera membenamkan platform pintar tersebut pada produknya.

Salah satu yang yakin dengan hal itu adalah pabrikan mobil Audi asal Jerman. Perusahaan ini menargetkan sudah akan menawarkan teknologi pintar pada produknya mulai tahun 2015. Adapun platform yang pertama dipilihnya adalah Google Auto.

Sedangkan versi CarPlay disebut menyusul setahun setelahnya yang direncanakan pada tahun 2016. Kedua platform awalnya hanya akan dipasarkan di wilayah Amerika Serikat.

Volvo bahkan sudah sempat memamerkan tenologi pintar di produknya lewat sebuah mobil dengan tipe XC90. Memang belum jelas platform mana yang dibenamkanya pada XC90, namun seri ini dijanjikan sudah akan meluncur di tahun 2015.

Sementara itu pabrikan mobil lain yang juga memastikan bakal membenamkan teknologi pintar di produknya adalah Ferrari, Honda, Hyundai, dan Mercedes-Benz. Meski masih spekulasi, kesemuanya juga disebut bakal mengumumkannya di tahun 2015.

Dibandingkan Google Auto yang baru diumumkan beberapa waktu lalu, sejauh ini telah ada sekitar 29 pabrikan mobil yang berniat menggunakan Apple CarPlay. Sedangkan Google Auto tercatat baru beberapa pabrikan saja, namun diprediksi bakal segera bertambah.


Honda di Antara Google Auto dan Apple CarPlay


Tak hanya dipicu oleh Google Auto dan Carplay, nyatanya pabrikan mobil telah sejak lama berniat mengembangkan teknologi pintar pada mobilnya.

Kini kehadiran kedua platform itu pun disebut makin mempermudah rencana pabrikan mobil menghadirkan teknologi pintar pada produknya.

Salah satu pabrikan mobil yang mengakuinya adalah Honda. Menurut Naoki Sugimoto yang menjabat Senior Program Director Laboratorium Honda Silicon Valley, butuh waktu setidaknya 5 tahun untuk mengembangkan sebuah mobil berteknologi pintar.

Itu karena yang dikembangkan tak hanya dari sisi hardware yang dalam hal ini adalah kendaraan itu sendiri, tetapi juga software pintar yang bakal digunakan. Mensinergikan keduanya memang bukan perkara mudah.

“Ini (teknologi mobil pintar-red) adalah sebagian besar fitur (yang dijalankan) perangkat lunak, sehingga cara kita bekerja adalah untuk membedakan arsitektur perangkat lunak dari arsitektur hardware (untuk kemudian disinkronisasikan),” ujar Naoki seperti dilansir Time, Kamis (3/7/2014).

“Dengan cara ini (Google Auto-red), sama dengan proses pengembangan 5 tahun. Kami tinggal menunggu momen yang tepat untuk membenamkan fitur ini (Google Auto-red) pada jadwal produksi (produk kami),” imbuhnya.

Menariknya, Google Auto bukanlah satu-satunya platform yang akan digunakan pada mobil Honda. Produsen mobil asal Jepang ini juga ingin membenamkan Apple CarPlay berdampingan dengan Google Auto. Tujuannya agar pengguna ponsel Android dan iPhone dapat merasakan hal yang sama pada produknya


Honda bukanlah satu-satunya yang ingin melakukan itu. Pabrikan mobil Swedia yakni Volvo juga merencanakan hal yang sama pada produknya.

Menggunakan Google Auto ataupun CarPlay, pengguna tetap akan menemukan fitur FM radio, pengatur suhu ruangan, dan koneksi Bluetooth, namun dikemas secara digital.

Untuk mengakses fitur pintar lainnya, pengguna cukup menghubungkan perangkat miliknya lewat micro USB untuk Android dan Lightning iOS.




Sumber : http://inet.detik.com/read/2014/07/03/154911/2626988/398/teknologi-pintar-di-mobil-bikin-nyaman-atau-justru-tak-aman?i991101105

Tidak ada komentar:

Posting Komentar