Minggu, 08 Juni 2014

Alasan Seseorang Meng Upload Foto Makanan ke akun Social Media

Akhir-akhir ini jika berkunjung ke suatu tempat makan, pemandangan sekelompok orang yang memfoto makanan pesanannya sebelum dimakan tentu tidak asing lagi. Tidak ketinggalan, foto tersebut langsung diunggah ke sosial media.

Selain di tempat makan, kejadian ini pun bisa dijumpai di rumah. Oleh karena itu, jangan terkejut jika hashtag (tagar) #food adalah hashtag ke-25 terpopuler di Instagram dalam TOP 100 TAGS dengan jumlah foto sebanyak 106,9 juta.

Di daftar tersebut ternyata makanan-makanan berkalori tinggi seperti kue dan coklat banyak diunggah, masing-masing berjumlah sekitar 20 juta foto. Sedangkan hashtag yang mengacu pada gaya hidup sehat seperti #fitness, hanya berada di urutan ke-85.

Makanan yang kaya serat seperti salad ternyata hanya memiliki 5,5 juta foto. Merujuk pada fakta bahwa Indonesia termasuk ke dalam 10 negara dengan jumlah penderita obesitas terbanyak di dunia, apakah fenomena pamer foto makanan menjadi salah satu faktor pemicunya?

Bisa saja iya dan bisa juga tidak.

Sebenarnya, alasan apa yang mendasari orang-orang untuk mengunggah foto makanannya di social media? Apakah karena ingn bikin gemuk orang lain? Berikut beberapa alasannya sebagaimana dikemukakan oleh psikolog Klinik Terpadu Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, Anna Surti Ariyani atau yang lebih akrab dipanggil Nina,

1. Sekedar sharing

"Seseorang ingin menceritakan kepada teman-temannya tentang makanan apa yang baru saja ia coba. Ia unggah foto makanan di Instagram supaya punya cerita jika bertemu teman-teman," ungkap Nina.Seseorang akan bersemangat menceritakan pengalamannya jika makanan tersebut baru ia makan untuk pertama kali atau baru pertama kali mencoba resep suatu makanan.

2. Kepentingan bisnis

Mengunggah foto makanan yang nampak lezat di media sosial bisa mendorong pertanyaan dari teman-teman. Bukan tidak mungkin orang lain ikut tergiur untuk mencoba makanan tersebut."Banyak orang yang mengunggah foto makanan di sosial media untuk bantu promosi bisnis famili atau koleganya. Misalnya waktu teman ada yang baru buka restoran atau cafe," ujar Nina.

3. Pekerjaan

Ternyata ada juga orang yang mengunggah foto makanan di media sosial dengan alasan pekerjaan. "Misalnya ada teman saya seorang ahli tata boga, dia harus membuat tampilan makanan menjadi cantik dan menarik. Tuntutan tempat kerjanya pun mengharuskannya mengunggah hasil pekerjaannya," cerita Nina.

4. Pamer

Alasan terakhir adalah memamerkan power. "Ketika memajang foto makanan di media sosial, seseorang bisa menunjukkan bahwa ia bisa makan makanan yang mungkin orang lain tidak bisa memakannya. Manusia punya kebutuhan untuk eksis," jelas Nina.

Perilaku pamer foto makanan di media sosial adalah hal yang dianggap wajar. "Perilaku pamer foto makanan di media sosial adalaha hal yang biasa-biasa saja, wajar. Perilaku itu baru dianggap kelainan jika seseorang tidak melakukannya maka ia langsung pusing atau merasa bulan-bulanan," tambah Nina.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar